Kamis, 14 Agustus 2008

BPS Umumkan PDB Kuartal II-2008 Siang Ini

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan laju pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari angka Produk Dometik Bruto (PDB), Kamis (14/8/2008) siang ini.

Rencananya, Kepala BPS Rusman Heriawan akan membacakan hasil penghitungan BPS, pukul 13.30 di Gedung BPS, Ruang Abdul Madjid, Jalan Dr Sutomo No 6-8, Jakarta Pusat.

Selain PDB, BPS juga akan mengumumkan angka indeks tendensi bisnis dan indeks tendensi konsumen triwulan II-2008.

Sebelumnya Departemen Keuangan menyatakan optimistis laju pertumbuhan akan berada di atas enam persen. Jumlah itu diyakini lebih baik ketimbang laju ekonomi pada kuartal I-2008, berada di level 6,3 persen.

Perkiraan ini menyusul data pembentukan modal tetap bruto atau investasi yang membaik hingga 31 Juli 2008. Hal itu, antara lain ditunjukkan oleh impor barang modal yang sampai saat ini (year to date/ytd) melonjak 53,5 persen, penjualan semen naik 21,1 persen (ytd), kredit investasi dan modal kerja per 31 Juli masing-masing naik 30,7 persen dan 37 persen (year on year/yoy), serta penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri tumbuh 23,2 persen (ytd).

Harga Minyak Naik ke USD116

NEW YORK - Harga minyak mentah kembali naik USD3 per barel, setelah AS mengumumkan penurunan cadangan minyak mentah dan bahan bakar minyak.

Harga minyak mentah pada perdagangan Rabu 14 Agustus, waktu setempat, naik USD2,99 menjadi USD116 per barel setelah kecemasan terhadap permintaan menekan harga ke level terendah dalam tiga bulan, USD112,31 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis brent menguat USD2,33 menjadi USD113,47 per barel.

Seperti dikutip dari Associated Press (AP) Kamis (15/8/2008), cadangan bahan bakar minyak AS anjlok 6,4 juta barel dalam sepekan yang berakhir 8 Agustus, karena ada penurunan produksi.

Sedangkan cadangan minyak Negeri Paman Sam mentah merosot 400 ribu barel, yang sebagian besar akibat penutupan fasilitas akibat kekhawatiran serangan topan Edouard.

Volatilitas harga minyak berpotensi terjadi lagi menyusul belum terselesaikannya konflik antara Rusia dengan Georgia yang mengancam jalur pasokan minyak dan gas dari Laut Kaspia ke Eropa.

Sebab, beberapa perusahaan minyak multinasional telah menutup sebagian fasilitas mereka di wilayah Georgia. Mereka takut situasi akibat perang akan semakin memanas.

Selasa, 12 Agustus 2008

Permintaan Berkurang, Harga Minyak Turun Lagi

Jakarta:

Harga minyak mentah dunia kembali menukik di bawah US$ 114 per barel pada penutupan perdagangan waktu setempat.

Pada pembukaan perdagangan, pergerakan harga minyak Mengalami fluktuasi yang tiingi, seiring semakin berkurangnya permintaan.

"Permintaan terhadap minyak sekarang melemah," kata Analis dari Alaron Trading Corp. Phil Flynn di Chicago.

Setelah jatuh mendekati US$ 100 per barel minggu lalu, minak mentah jenis light, sweet untuk pengiriman September kembali turun US$ 1,69 menjadi US$ 113,51 per barel dalam perdagangan di bursa komoditas New York.

Bursa Saham New York Bergairah

New York:

Perdagangan saham di Wall Street sangat bergairah seiring tren penurunan harga minyak dunia dan pernyataan The Fed bahwa perbankan mulai meningkatkan standar prosedur pemberian kredit.

Indeks Dow Jones naik 130 poin pada pertengahan perdagangan dan pada akhir perdagangan ditutup menguat 48,03 poin atau 0,41 persen menjadi 11.782,35. Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,69 persen menjadi 1.305,32. Indeks Nasdaq juga menguat 1,07 persen menjadi 2.439,95.

Indeks harga saham gabungan pada bursa-bursa utama dunia juga mengalami kenaikan. Indeks Nikkei Jepang naik 1,99 persen, FTSE Inggris indeksnya naik 0,96 persen, DAX Jerman naik 0,73 persen, dan CAC-40 Perancis naik 1,04 persen.

Pagi Ini BEI Kedatangan Tamu IPO Bayan

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (12/8/2008) ini akan kedatangan tamu yakni PT Bayan Resources Tbk. Bayan akan mencatatkan saham perdananya (initial public offering/IPO), di lantai bursa.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menerbitkan pernyataan efektif bagi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) PT Bayan Resources Tbk, meski ada gugatan hukum terkait sengketa kepemilikan saham Bayan.

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan telah meneliti Bayan setelah menerima surat yang meminta pemberian pernyataan efektif ditelaah karena masih ada sengketa kepemilikan saham perusahaan tambang itu.

"Kecenderungannya begitu kalau ada perusahaan tambang yang mau IPO langsung ada permasalahan soal saham. Ada yang bilang pembelian yang dulu itu tidak sah, kami telah menelaah dan memberikan pernyataan efektif," ujarnya seusai acara Aktifnya Pasar Modal, di Gedung Serbaguna BEI, Senin 11 Agustus kemarin.

Dia menjelaskan Bayan telah mengungkapkan masalah sengketa tersebut dan investor juga sudah mengetahui.

Bapepam-LK, lanjutnya, juga menerima surat dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang menyatakan operasional Bayan sesuai dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara.

Surat tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah Kutai tidak memiliki hak menghentikan hak eksplorasi.

Kasus hukum ini muncul karena Plt Bupati Kutai Timur Isran Noor memerintahkan PT Perkasa Inaka Kerta, anak usaha Bayan untuk menghentikan kegiatan penambangannya karena kurangnya perizinan kehutanan pada sebagian area pertambangannya.

Sekadar diketahui, perseroan telah melaksanakan masa penawaran ke publik pada 6-8 Agustus 2008. Penjatahan pada 9 Agustus dan rencana pencatatan saham di BEI pada 12 Agustus 2008. Bayan menjual 25 persen atau 833.333.500 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. Serta ditawarkan kepada masyarakat Rp5.800 per lembar saham. (rhs)

Lantai Bursa Saham Dibayangi Koreksi

JAKARTA - Setelah pada penutupan perdagangan Senin 11 Agustus menyentuh level terendah sepanjang tahun ini, diperkirakan koreksi tersebut masih akan berlanjut pada Selasa (12/8/2008) ini.

Fluktuasi harga minyak mentah dan sentimen negatif dari bursa regional menjadi pemicu utamanya. "Secara teknis indeks besok (hari ini) bakal kembali terkoreksi. Pergerakannya akan berada pada level support 1.125 dan resistance 2.060," ungkap analis City Pacific Securities Hendri Effendi.

Koreksi indeks hari ini menurut dia masih akan dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah. Harga minyak mentah dunia kemarin tercatat turun hingga USD115,2 per barel meski kemudian kembali naik ke USD116 per barel. Hal ini, kata dia, telah memicu tekanan yang kuat bagi saham-saham di sektor yang berkaitan.

Hal itu tampak dari terkoreksinya harga saham-saham sektor migas dan sektor pertambangan. Karena itu, untuk perdagangan hari ini, Hendri merekomendasikan investor untuk mengoleksi saham berfundamental bagus di luar sektor migas.

Di antaranya saham di sektor alat berat, yaitu saham PT United Tractors bk (UNTR), saham-saham sektor perbankan semisal PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham sektor telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Menurut Trimegah Securities, tekanan jual serta penetrasi level support USD117 per barel harga minyak, diikuti pula oleh pelemahan harga komoditas tambang yang pada akhirnya menekan pergerakan IHSG melampaui level support terendah 2008 yaitu 2.129.

Apabila tekanan pelemahan tersebut berlanjut pada perdagangan hari ini, maka IHSG berpeluang menuju target celah harga bulan Juli 2007 pada level 2.062 dengan support 2.050. Tanpa adanya katalis positif yang mampu menahan laju pelemahan, peluang diharapkan datang dari animo para investor terhadap IPO Bayan Resources untuk bertahan pada support 2.125 dan memberikan ruang gerak menguji resisten 2.150.

Kamis, 07 Agustus 2008

Si Emas Hitam Turun Harga USD118

NEW YORK - Harga minyak mentah lagi-lagi menurun dan bersandar di USD118 per barel. Si emas hitam ini masih melaju tidak terkendali, pekan lalu bercokol di level termahal, kini melucur ke bawah.

Perdagangan di New York Merchantile Exchange pada perdagangan Rabu 6 Agustus, waktu setempat, harga minyak turun lebih dari USD30 dibanding rekor tertinggi.

Penurunan ini terjadi setelah terjadi lonjakan volume cadangan minyak mentah di Negeri Paman Sam, di tengah penurunan permintaan terhadap bahan bakar minyak. Bagi para pemegang saham sektor pertambangan dan komoditas sepertinya harus hati-hati karena penurunan harga minyak berpotensi menggerus gain dari kedua sektor tersebut.

Seperti dikutip dari Associated Press (AP), Kamis (7/8/2008), harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September turun 59 sen dolar AS menjadi USD118,58 per barel. Level itu adalah yang terendah sejak 2 Mei, atau melorot 20 persen dari rekor tertinggi pada USD147,27 yang tercapai pada 11 Juli lalu.

Sejumlah investor yakin penurunan sebesar 20 persen sebagai pertanda awal dari bearmarket atau lesunya pasar. Para pelaku pasar saat ini tengah menunggu apakah harga minyak akan turun lagi di bawah USD117 per barel, yang merupakan level resistance.

Tapi Analis di Oil Price Information Service di New Jersey Tom Kloza mengatakan, bahwa kejadian-kejadian mengejutkan seperti kekerasan di Timur Tengah atau Nigeria serta badai besar yang menghantam wilayah Teluk Meksiko, akan kembali membawa harga minyak lebih tinggi.

Sejumlah analis lainnya juga mengatakan harga minyak untuk angka panjang masih memiliki tren menguat. Departemen Energi AS melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik 1,7 juta barel menjadi 296,9 juta untuk pekan yang berakhir 1 Agustus, melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan naik 1,2 juta barel.

Sementara itu di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman September turun 70 sen menjadi USD117 per barel.

world market